Benarkah Bayi Bisa Mengalami Kaget dan Kejang?

mengatasi bayi deman dan kejang

Bayi yang baru dilahirkan, memang memerlukan adaptasi dan penyesuaian diri dengan lingkungan. Maka bayi yang sering merasa kaget, sebenarnya adalah hal yang cukup wajar terjadi. Karena sejak terlahir, ia akan merasa kaget dengan kondisi lingkungannya.

Kondisi kaget pada bayi pun tak jarang disertai dengan tangisan atau gerakan seperti kejang. Pada kondisi bayi yang kaget sampai kejang, tentu ada pemicunya. Namun, selama bayi tidak menunjukkan gejala yang serius maka bayi tersebut masih dalam keadaan stabil dan para Bunda tidak perlu khawatir. Tetapi, apabila sering terjadi maka harus dicek apa penyebabnya.

Penyebab Bayi Sering Mengalami Kaget / Kejang

Berikut adalah beberapa penyebab bayi yang sering mengalami kaget seperti kejang.

1. Gangguan Fisik

mengatasi bayi deman dan kejang
Yang pertama adalah gangguan fisik. Bayi tiba-tiba menangis saat sedang diam atau tidur, seperti merasa kaget. Hal ini jelas memperlihatkan bahwa ada masalah yang mengganggu bayi tersebut. Bayi yang usianya masih sangat kecil, pasti belum bisa bicara dan mengatakan yang ia rasakan.

Sehingga menangis adalah tanda untuk memberitahukan adanya gangguan kepada ibunya. Nah, bisa jadi bayi merasakan ada gangguan fisik yang tiba-tiba, sehingga ia akan merasa kaget. Seperti faktor serangga yang menggigit ataupun saat menerima sentuhan yang membuatnya refleks terkejut, maka hal ini dapat membuat bayi kaget dan mengeluarkan gerakan seperti kejang.

2. Gangguan Tubuh Bayi

Yang kedua karena ada gangguan di dalam tubuh bayi. Selain adanya gangguan fisik, kemungkinan bayi juga mengalami gangguan lain di dalam tubuhnya. Gangguan tersebut bisa pula berbahaya, penyebabnya pun bisa karena dia sedang sakit dan mengalami demam tinggi atau ia tiba-tiba terjatuh tanpa diketahui orang tuanya, sehingga bayi mengalami cedera di bagian kepala dan menyebabkan kaget seperti kejang, bahkan bisa juga benar-benar masuk ke tahap kejang yang serius. Ada kemungkinan juga bayi mengalami peradangan pada bagian selaput otak yang membuatnya tiba-tiba kejang dan ibu tidak mengetahuinya. Resiko-resiko penyakit dalam ini, bisa diatasi oleh pemeriksaan dokter lebih lanjut. Baca juga cara mengatasi bayi sering gumoh.

3. Refleks Moro

Yang ketiga adalah refleks moro. Refleks moro sendiri adalah salah satu respon yang tiba-tiba dikeluarkan oleh bayi, namun hal ini normal terjadi pada semua bayi. Lama-lama refleks moro ini akan menghilang jika usianya sudah memasuki 3 atau 4 bulan.

Maka disarankan untuk menyentuh bayi dengan sangat lembut, pada setiap bagian tubuhnya supaya membuat bayi merasa lebih tenang. Refleks moro bisa diartikan juga sebagai refleks yang secara emosional timbul karena adanya kemauan bayi yang tiba-tiba hilang. Bayi yang melakukan gerakan refleks moro akan melengkungkan punggung dan juga mendongakkan kepalanya ke belakang. Kaki dan tangannya juga ia gerakkan ke depan.

 

Beberapa Cara Mengatasi Bayi Yang Sering Merasa Kaget

Nah, untuk para Bunda yang ingin mengatasi hal tersebut, berikut ini ada beberapa cara untuk mengatasi bayi yang sering kaget seperti kejang. Yaitu sebagai berikut, yang pertama Bunda harus tahu apa yang menjadi pemicu bayi keget. Karena pasti terdapat penyebab mengapa bayi tiba-tiba kaget disertai dengan gerakan seperti kejang.

1. Buat Bayi Merasa Nyaman

buat bayi merasa nyaman

Contohnya seperti saat mereka terkejut tiba-tiba mendengar suara yang keras, mereka terkejut karena popoknya yang rasanya tidak nyaman, dan lain sebagainya yang menjadi pemicu bayi kaget. Bunda harus menjauhkan penyebab yang membuat bayi mengalami kaget.

Saat Bunda sudah tahu apa yang menyebabkan bayi tiba-tiba terkejut, maka segeralah untuk menjauhkan pemicunya dari jangkauan bayi, sehingga tidak akan membuatnya merasa terganggu lagi.  Misalnya, jika penyebabnya karena suara, pindahkan bayi ke ruangan yang tidak berisik.

2. Pijit Bayi Secara Perlahan

cara mengatasi bayi sering kaget



Cara lain adalah pijat tubuh bayi secara perlahan. Hal lain yang dapat Bunda lakukan yaitu memijat tubuhnya dengan sangat lembut dan perlahan. Bunda bisa memijatnya menggunakan minyak telon, kemudian pijat bagian tangan, kaki, dada dan punggung bayi sehingga ia akan merasa nyaman. Tubuh bayi pun terasa lebih rileks dan ia akan merasa nyaman saat beristirahat.

3. Tenangkan Bayi Dengan Teknik Ini

mengatasi bayi sering kaget

Segeralah menenangkan bayi yang sedang terkejut. Bayi yang sedang kaget akan merasa kebingungan, untuk mengurangi rasa tidak nyamannya, Bunda bisa dengan mengusap perut bayi, kepala atau dadanya. Bunda juga bisa membisikkan sesuatu yang membuat bayi akan merasa tenang kembali. Jangan pernah meninggalkannya ketika ia masih terlihat belum nyaman, karena bisa saja nantinya bayi akan mengalami kaget lagi.

4. Konsulatasikan Ke Dokter

bayi sering kejang

Selanjutnya, konsultasikan ke dokter. Saat usia bayi memasuki 6 bulan, dan tubuh bayi ternyata masih sering terkejut diserta dengan kejang dan menangis. Maka sebaiknya Bunda berkonsultasi ke dokter. Karena bisa saja kondisi tersebut adalah hal yang cukup berbahaya dan belum diketahui sejak lama oleh ibu. Atau bisa pula ternyata ada beberapa kelainan di dalam tubuh bayi yang mengakibatkan ia sering merasa terkejut.

Ketahui Berbagai Macam Refleks Bayi

Selain refleks moro yang membuat bayi terlihat terkejut, ada beberapa refleks lain yang biasa dimiliki oleh bayi baru lahir.

1. Refleks Stepping 

Refleks stepping akan terlihat saat bayi diposisikan seperti akan berdiri di permukaan datar atau rata, maka ia akan tampak seperti perlahan akan melangkahkan kakinya. Pada usia dini, kepala bayi belum ditopang oleh lehernya dengan baik. Maka berhati-hatilah jika ingin mencoba melihat refleks ini pada bayi. Pastikan untuk mengutamakan topangan di bagian kepaladan lehernya dahulu.

2. refleks Rooting

Yang kedua adalah refleks rooting, refleks ini akan terlihat ketika menyentuh sudut bibir bayi dengan jari tangan. Kepala bayi akan langsung menuju ke arah sentuhan dengan mulut yang terbuka.

3. Refleks Menghisap

Ketiga yaitu refleks menghisap, bila bunda meletakkan ujung jari di bibir bayi, otomatis ia akan berusaha untuk mengisap. Disarankan, untuk memastikan tangan agar benar-benar bersih ketika melakukan hal ini.

4. Refleks Menggenggam

Yang keempat yaitu refleks menggenggam. Bila jari Bunda diletakkan ke dalam telapak tangan bayi, maka biasanya tangan bayi akan langsung menggenggamnya dengan kuat.

Membangun Kebiasaan Baik Saat Tidur Untuk Bayi Supaya Mengurangi Risiko Kaget Ketika Tidur

Cara mengatasi bayi deman dan kaget

Salah satu yang dapat dilakukan oleh Bunda untuk mengurangi risiko bayi kaget saat sedang tidur adalah memastikan sang bayi bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman, sehingga ia tidak akan terganggu oleh hal-hal lingkungan di sekitarnya.

Berikut adalah beberapa langkah yang akan membantu membentuk kebiasaan tidur bayi agar dapat lebih berkualitas.

  1. Atur bayi Bunda supaya dapat tidur dengan teratur.
  2. Ajari bayi untuk mengenali perbedaan antara siang dan malam.
  3. Perhatikan tanda-tanda ketika bayi sudah mulai mengantuk.
  4. Berikan bayi kesempatan untuk tidur sendiri.
  5. Jangan biarkan bayi tidur siang terlalu lama.
  6. Libatkan seorang ayah dalam membantu bayi untuk tidur.
  7. Kembangkan kebiasaan rutin sebelum tidur.

Sekian beberapa penjelasan cara mengatasi kaget pada bayi, hal ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi para ibu agar dapat mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.



Semoga bermanfaat.

 

1,213 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • bayi sering kaget seperti kejang
  • bayi kejang saat tidur
  • bayi kaget seperti kejang
  • bayi sering kaget dan menangis
  • bayi kaget saat tidur seperti kejang
  • Anak tiba tiba sering kaget waktu idur
  • kenapa bayi kok kaget seperti kejang dan sering
  • bayi terkejut seperti kejang
  • bayi sering kaget dan nangis
  • tanda bayi kaget langsung menangis keras

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!