Manfaat Berolahraga Selama Hamil

olahraga untuk ibu hamil

Berikut beberapa manfaat Ibu Hamil melakukan Olah Raga Selama Kehamilan:

1. Menguatkan Jantung

Menguatkan jantung. Penting di sepanjang kehamilan dan saat mcngejan dalam persalinan. Melancarkan peredaran darah agar kaki dan wajah tidak bengkak, kram, atau varises.

2. Menguatkan Otot

Menguatkan otot, agar kuat, tidak linu-linu, Ientur saat melahirkan dan cepat pulih setelah bersalin.

3. Membantu Penyerapan Kalsium

Membantu penyerapan kalsium, yang berguna bagi tulang, gigi dan persiapan menyusui.

4. Membangun Daya Tahan Tubuh

Membangun daya tahan tubuh, agar saat hamil tidak gampang sakit.

5. Membantu Relaksasi

Membantu relaksasi, untuk menangani emosi  yang naik turun selama hamil. Baca tips hindari stress selama kehamilan.

6. Mencegah Konstipasi

Mencegah konstipasi, karena olahraga mengaktifkan otot-otot, termasuk otot di usus sehingga lebih aktif mendorong feses. Baca juga cara mengatasi ambeien atau wasir pada ibu hamil.

7. Membangkitkan Mood

Membangkitkan mood, karena saat olahraga tubuh melepas hormon endorfin yang membuat hati senang.

8. Tidur Lebih Nyenyak

Tidur lebih nyenyak, bebas insomnia di trimester ketiga.

9. Menguatkan Ingatan

Menguatkan ingatan, sebab olahraga meningkatkan jumlah neurogenesis, sel saraf yang berhubungan dengan memori jangka pendek.

10. Menurunkan Dengan Cepat Berat Badan Setelah Bersalin.

Menurunkan dengan cepat berat badan setelah bersalin, karena rajin olahraga selama hamil membuat penambahan lemak di dalam tubuh sedikit.

Tips Olahraga Aman Untuk Ibu Hamil

Aktivitas Ibu Hamil

  • Tidak boleh berolahraga jika punya riwayat kcguguran berulang (abortus habitualis), mengalami perdarahan, mcngidap darah tinggi, sedang sakit atau demam.
  • Jadwal olahraga rutin, misalnya 3 kali seminggu, lebih baik daripada tidak teratur. Olahraga rutin mcnjaga kcrja jantung serta peredaran darah tetap normal.
  • Mulailah dengan intensitas ringan, yaitu, tidak terbebani berat badan, tidak mengakibatkan benturan, tidak ada gerakan melempar dan melompat, tidak ada peningkatan kecepatan tiba- tiba, tidak ada perubahan arah atau pemutaran tubuh yang cepat seperti pada olahraga lari, tenis, basket atau senam high impact. Hindari olahraga yang aktif di bagian perut atau kandungan.
  • Pemanasan sebelum berolahraga agar tidak kram.
  • Banyak minum agar tidak dehidrasi, mengingat saat hamil lebih banyak berkeringat.
  • Jangan sampai napas terengah-engah sebab pertanda gangguan suplai oksigen ke janin.
  • Berhenti bila tiba-tiba merasa tidak sehat, mual, pening, mau muntah, nyeri atau terjadi perdarahan.

Olahraga Apa Yang Sesuai Untuk Ibu Hamil?

olahraga untuk ibu hamil



AEROBIK. Dilarang, kecuali jika sudah terbiasa aerobik sejak sebelum hamil. Pilih low impact (rendah benturan) dan stop bila lelah. Baca juga aerobik untuk ibu hamil.

BULUTANGKIS. Boleh di awal kehamilan dan bila bugar. Hindari pertandingan.

BASKET, FUTSAL, SEPAKBOLA, HOKI, NETBALL. Dilarang. Olahraga beregu ada kontak fisik, berisiko tabrakan atau jatuh.

TENIS, SQUASH. Dilarang. Tergolong berisiko sebab aktif, banyak hentakan dan gerakan tiba-tiba, rawan jatuh dan cedera akibat kcseimbangan terganggu. Jika harus, hati-hati bermain; pelan, santai, tidak bertanding dan scbaiknya ganda.

TINJU, JUDO, KARATE, SILAT. Dilarang karena ada kontak fisik berisiko cedera.

BERSEPEDA. Boleh,

MENARI. Boleh,

GYM. Dilarang, risiko cedera terlalu besar.

GLIDING (GANTOLE). Dilarang. Berisiko jatuh, hipoksia (kekurangan oksigen akibat berkurangnya kadar oksigen di udara) dan memperparah morning sickness.

BERKUDA. Dilarang. Hanya diizinkan untuk joki profesional dan harus memodifikasi gaya untuk meminimalkan risiko jatuh akibat kcseimbangan tubuh terganggu saat hamil.

JOGGING. Boleh bila sudah terbiasa.

Hal yang boleh dilakukan Ibu Hami

Tetapkan target realistis, mulai perlahan, lihat kesanggupan tubuh dan perhatikan tanda kelelahan.

MENDAKI GUNUNG, ROCK CLIMBING. Dilarang karena berisiko jatuh.

MENYELAM DAN SCUBA DIVING. Dilarang.

Berisiko tinggi akibat perbedaan lingkungan darat dengan air, adanya tekanan kuat di bawah air terhadap kandungan, risiko cedera, emboli dan decompression sickness (DCS) atau gas berubah menjadi gelembung udara di dalam tubuh- mengakibatkan nyeri, ruam, kelumpuhan, hingga kematian.

YOGA, PILATES. Boleh, tapi hindari yoga ashtanga dan hatha. Lihat Bab 6.

BOWLING. Dilarang, berisiko cedera punggung bawah. Jika sudah biasa, boleh tapi waspada punggung.

SKATING. Dilarang. Bila sudah mahir, boleh, tapi hati-hati sebab kcseimbangan terganggu.

Dilarang, berisiko jatuh dan cedera.

BERENANG. Boleh,

TRAMPOLIN. Dilarang. Olahraga kombinasi antara ketinggian dengan kcseimbangan sangat riskan selagi hamil.

JALAN KAKI. Boleh

SKI AIR. Dilarang. Tekanan olahraga ini bisa menyebabkan air masuk ke vagina dan berisiko mencetus infeksi.

LATIHAN BEBAN. Dilarang, karena risiko cedera punggung besar. Jika harus berlatih, harus diawasi ahli dan beban dikurangi hingga setengah dari biasanya.



olah raga buat ibu hamil

 

326 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • menurunkan berat badan setelah melahirkan normal
  • menurunkan darah tinggi pada ibu hamil loc:ID
  • senam ibu hamil trimester 3 loc:ID

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!