Perdarahan dan Ancaman Keguguran Pada Ibu Hamil


Perdarahan pada saat hamil bisa memicu rasa khawatir. Pada kenyataannya, tidak selalu merupakan ancaman bagi kehamilan.

Misalnya, bercak darah yang keluar seminggu sampai 10 hari setelah masa pembuahan, adalah gejala normal yang disebut implantation bleeding. Terjadi pada saat sel telur yang sudah dibuahi membenamkan diri ke dinding rahim.

Namun, perdarahan pada awal kehamilan bisa juga merupakan tanda bahaya, yaitu awal terjadinya keguguran (abortus) atau indikasi kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik). Karenanya, bila terjadi perdarahan dari v4gin4, lakukan;

  1. Segera berbaring dengan posisi kaki lebih tinggi dari bahu.
  2. Istirahat sampai perdarahan berkurang atau berhenti.
  3. Hentikan aktivitas fisik cukup berat, terutama mengangkat beban.
  4. Jangan lakukan hubungan suami istri.
  5. Catat, hal-hal yang berkaitan dengan perdarahan untuk dikonsultasikan ke dokter:
    • Kapan darah mulai keluar dari v4gin4?
    • Apakah darah sekali keluar atau terus- menerus?
    • Bila hanya bercak, berapa banyak dalam satu jam?
    • Apa warnanya: merah segar, merah kecokelatan, atau merah tua kehitaman?
    • Bening atau keruh?
    • Apakah tercium aroma tidak sedap?
    • Apakah ada serpihan seperti daging yang ikut keluar bersama darah?
    • Apakah keluarnya darah disertai rasa nyeri atau keluhan lain seperti kram perut, rasa mual, lemas, atau demam?
  6. Hubungi dokter untuk mendapat saran serta penanganan tepat.

Segera kerumah sakit, Bila Perdarahan :

perdarahan pada kehamilan

  • Hebat, atau volume darah yang keluar sangat banyak, disertai kram perut dan konstraksi.
  • Berlangsung terus menerus selama 24 jam, atau lebih dari 3 hari.
  • Cukup banyak sampai Anda pingsan atau pusing.
  • Disertai deman tinggi, sekitar 39-40°
  • Disertai kram, nyeri atau sakit dibagian tengah bawah perut. Apalagi bila nyeri semakin parah atau tidak reda selama lebih dari 1 hari meski tidak diikuti adanya bercak-bercak darah atau perdarahan.
  • Dialami Anda yang punya riwayat keguguran, apalagi bila disertai deman tinggi, mulas, nyeri didaerah panggul, dan volume darah yang keluar terus meningkat.

Tidak Selalu Kuretase

Jika keguguran lengkap atau seluruh bakal janin sudah keluar, maka teknik operasi untuk membersihkan sisa jaringan yang ada di dalam rahim atau kuretase tidak diperlukan.

Namun jika tidak lengkap atau masih ada sisa bakal janin, kuretase harus dilakukan oleh dokter ahli kandungan dan dokter ahli anestesi.



waspada perdarahan dan keguguran pada ibu hamil

Pasca Keguguran…

  1. lstirahat, untuk mengurangi kelelahan fisik dan psikologis, mengembalikan kelancaran peredaran darah dan mengembalikan bentuk rahim ke normal. Lama istirahat tergantung usia kehamilan dan ada tidaknya komplikasi saat kuretase. Jika tidak ada komplikasi, cukup 1-2 minggu. Meski tidak harus istirahat total di tempat tidur, sebaiknya hindari aktivitas yang terlalu menyita tenaga.
  2. Tunggu 1 kali siklus haid sebelum hamil lagi, meski kesuburan Anda bisa kembali dalam 2-4 minggu.
  3. Periksa ke dokter sebelum merencanakan kehamilan berikutnya, terutama jika mengalami 2 kali keguguran beruntun. Semakin sering keguguran, semakin tinggi risiko keguguran lagi pada kehamilan berikutnya. Dokter akan melakukan pemeriksaan bentuk rahim, mengevaluasi kondisi hormonal dan sistem kekebalan tubuh Anda.
  4. Gunakan kontrasepsi jika tak ingin segera hamil lagi. Alat kontrasepsi bahkan bisa langsung dipasang seusai kuret, jenisnya; pil KB, KB suntik, susuk dan spiral.
  5. Waspadai gejala komplikasi, yaitu demam, sakit perut, kram, sakit punggung, pendarahan berlebihan atau pengeluaran cairan beraroma busuk dari v4gin4 Segera ke dokter!

Beda Jenis Keguguran, Beda Resikonya:

Waspada terjadinya keguguran. Prosentase kemungkinan terjadinya keguguran cukup tinggi, yaitu 15-40% angka kejadian pada ibu yang sudah dinyatakan hamil, dan 60-75% sebelum usia kehamilan mencapai usia 12 minggu. Jenis-jenis keguguran yang mungkin terjadi adalah:

Abortus imminens, sering disebut “ancaman keguguran.”

  • Embrio gagal menempel dengan kuat sehingga lepas sebagian, atau terjadi perdarahan di belakang tempat embrio menempel.
  • Bila embrio masih di dalam rahim dan bertahan hidup, umumnya kondisi itu bisa diselamatkan.

Abortus insipiens

  • Kemungkinan melanjutkan proses kehamilan dan mempertahankan embrio sangat kecil.
  • Sebagian jaringan embrio sudah turun dan berada di mulut rahim, tapi embrio itu sendiri masih di dalam rahim.

Abortus tidak lengkap (inkomplet)

  • Sebagian jaringan embrio sudah lepas dari dinding rahim, dan biasanya ada sebagian jaringan sudah berada di mulut rahim.
  • Apabila perdarahan tidak kunjung berhenti, embrio harus segera dikeluarkan.

Abostus lengkap (komplet)

  • Embrio yang sudah terbentuk menjadi janin sudah lepas sama sekali dari dinding rahim. Biasanya terjadi di awal masa kehamilan, ketika plasenta belum terbentuk.
  • Janin akan keluar dari rahim, baik secara spontan maupun dengan alat bantu.



Semoga bermanfaat.

 

 

822 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini


Pencarian Terkait :

  • ancaman keguguran

Leave a Comment

error: Content is protected !!